Memahami Surutnya Air Laut Sebelum Tsunami

Peristiwa surutnya air laut sebelum datangnya tsunami membawa kondisi yang tragis. Bagaimana tidak sesuatu yang menarik perhatian justru mendekatkan orang-orang pada bahaya. Beberapa kasus kejadian tsunami menunjukkan bahwa banyaknya korban jiwa karena fenomena ini. Air laut yang surut menjadi magnet tersendiri bagi kaum awam. Tak sadar bahaya yang sangat besar sudah mengintai. Banyak ikan yang terdampar, dasar laut yang kering menjadi pemandangan yang langka untuk dilihat. Sebenarnya bagaimana menjelaskan fenomena surutnya air laut sebelum tsunami? Penjelasan di sini aku ambil dari materi kuliah Tsunami Lanjutan oleh Bapak Dr. P. J. Prih Harjadi.

Peristiwa tsunami yang diawali dengan surutnya air laut dalam bahasa ilmiah disebut Initial Withdrawal of the Ocean (IWO). Peristiwa ini ternyata tidak selalu terjadi walaupun pada daerah yang sama dengan zona sumber gempa yang sama. Peristiwa IWO tidak bisa diprediksi terjadi hanya dari magnitudo gempanya, tipe mekanisme sumbernya ataupun dari lokasi pusat gempanya. Jadi, IWO tidak harus terjadi pada semua kejadian tsunami. Continue reading →

Advertisements

Khotbah Serial, Kuliah Kehidupan dalam Gereja

Pengumuman khotbah serial Pdt. R. A. Waney, M.Th

Pengumuman khotbah serial Pdt. R. A. Waney, M.Th

Hari Minggu kemarin (2 Agustus 2015) begitu menarik. Puji Tuhan, tetap selalu ada hal-hal yang bisa diceritakan. Kebaikan-kebaikan Tuhan tak pernah habis dalam kehidupan ini. Biarlah hati-jiwa-roh dan tubuh ini selalu mengucap syukur kepada Tuhan Sang Pencipta.

Waktu sore hari sengaja aku siapkan untuk beribadah ke gereja. Selepas penat seminggu, ternyata diri ini tidak hanya butuh makanan-minuman jasmani, ataupun ilmu dan keterampilan saja. Ternyata itu semua sifatnya duniawi. Kehausan pada hal-hal rohani ternyata menggerogoti diri. Beruntung Tuhan siapkan sesuatu yang sangat baik kemarin itu. Kaki melangkah mantap tepat pukul 18.00 mengikuti ibadah di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Filadelfia, Bintaro.

Pdt. R. A. Waney, M.Th, seorang tokoh yang cukup terkenal baik pada lingkungan gereja-gereja di Indonesia, terutama di jajaran GPIB memberikan khotbah serial. Khotbah serial? Ya. Pertama kali mengenal istilah ini ternyata cukup menarik bagiku. Pdt. Waney, seorang lulusan theologi dari Amerika, membawakan khotbah dengan satu thema menarik yang cukup mengena dengan berbagai aspek dalam kehidupan spiritual praktis: dalam keluarga, lingkungan, gereja, dan bernegara. Khotbah-khotbah ini disajikan secara berseri, satu sama lain saling terkait hingga membentuk satu kesatuan thema yang utuh, satu visi, satu tujuan. Continue reading →

Informasi Itu Ada di Mana Saja

Hari kedua di bulan Agustus. Aku habiskan setengah hari untuk memperbaiki blog ini. Selepas itu perut mulai berseru-seru karena lapar. Entah dapat inspirasi dari mana, pilihan jatuh ke warung mie ayam favorit. Letaknya di dalam gang di depan Bintaro Sektor 4 (masuk dari samping Indomaret yang baru buka, ya sangat baru, sepertinya baru dibuka hari ini; kemarin masih dibenahi).
Warung mie ayam ini cukup terkenal dan laris. Rasanya enak dan porsinya cukup banyak. Ditambah lagi sepertinya memang komposisinya cukup sehat. Sayurnya cukup banyak. Menurut rasa di lidah, memang prediksiku tidak memakai (atau mungkin sangat sedikit) MSG (Monosodium Glutamate). Ditambah memang ‘mas dan ‘mbak, pasangan pemilik warung yang ramah dan baik hati. Continue reading →

Introducing My New Personal Website

Catatan Dimas Salomo J. SianiparIMG_20150621_120507-1

Last weeks were really a rush. Beberapa pekerjaan riset menyita waktu di sela-sela perkuliahan yang begitu penting. Mengolah data, melakukan analisis, menulis, validasi hasil dan diskusi adalah hari-hari yang dilalui. Dua hari terakhir ini merasa amat sangat jenuh. Titik kulminasi rasa kesadaran tentang arti visi dan  bagaimana mencapai visi itu lewat misi-misi dalam kehidupan sehari-hari. Bukan visinya yang salah. Cara menjalani misi-misinya yang salah. Begadang (kurang tidur), pola makan yang kacau, saat teduh (waktu bersama Tuhan) yang sering terabaikan, kerapian dan kebersihan kurang terperhatikan. Hobi menulis tidak pernah tersalurkan lagi.

Kalau memilih prioritas hanya sekedar memilih mana yang penting dan mana yang tidak penting, itu mudah. Banyak anak muda lainnya melakukan hal itu. Pilihannya: belajar/berkarya atau bermain game. Menghadiri seminar atau nongkrong di kafe. Berdiskusi ilmiah atau jalan-jalan ke mall. Itu sudah. Apa yang menjadi prioritas pada hari-hari seorang anak muda menentukan siapa dirinya. Hasil akan sulit untuk mengkhianati proses, sudah begitu hukumnya.

Tapi (semoga aku tidak salah), prioritas di hari-hari ini ternyata berbeda (puji Tuhan). Sudah memilih mana yang lebih penting dari banyak yang penting. Semoga ini yang disebut peningkatan kualitas hidup. Menurutku, peningkatan kualitas hidup dimulai saat berubahnya pemilihan prioritas. Dari memilih mana yang penting dan mana yang tidak penting menjadi: memilih mana yang lebih penting dari banyak sekali hal yang penting. Continue reading →