Analisis Gempa Sumatera 2 Maret 2016 Mw 7,8

Telah terjadi gempa signifikan dengan pusat gempa yang berada di 662 km sebelah barat daya Muara Siberut, Kepulauan Mentawai, Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami kurang dari lima menit sejak terjadinya gempa. Dalam pemutakhiran peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG, disebutkan pusat gempa berada pada koordinat 4,92° LS, 94,39° BT pada kedalaman 10 km. Gempa terjadi pada pukul 19:49 WIB tanggal 2 Maret 2016 ini.

GSI.active

Rekaman seismik gempa 2 Maret 2016 Mw 7,8 di stasiun GSI (Gunungsitoli, Nias)

Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi pada pukul 12:49 UTC, dengan pusat gempa pada koordinat 4.908° LS, 94.275° BT pada kedalaman 24.0 km (14.9 mi). Episenter gempa ini berada di 659 km (409 mi) sebelah barat daya Muara Siberut, Kepulauan Mentawai. Posisi pusat gempa ini memiliki ketidakpastian ± 8.0 km untuk episenter dan ± 1.8 km untuk kedalaman. Perhitungan hiposenter gempa ini menggunakan sebanyak 124 fase gelombang seismik dengan jarak stasiun terdekat 778.79 km. Parameter gempa USGS ini cukup baik karena dihitung dengan distribusi stasiun dengan azimuthal gap sebesar 26 derajat. Sementara residual waktu tempuh perhitungan sebesar 1,59 sekon.

Posisi pusat gempa menunjukkan bahwa gempa ini kemungkinan besar tidak disebabkan oleh mekanisme subduksi lempeng. Posisi pusat gempa jauh di sebelah barat palung Sunda tempat zona subduksi berada. Berbeda dengan gempa Mentawai yang terjadi 25 Oktober 2010 yang menimbulkan tsunami. Gempa Mentawai 2010 memiliki sistem yang berbeda dengan gempa 2 Maret 2016 ini, karena gempa 2010 merupakan gempa yang terjadi pada sistem subduksi interplate. Gempa 2010 dikategorikan gempa tsunami earthquake yaitu gempa yang menimbulkan tsunami dengan magnitudo tsunami yang lebih besar dari yang diestimasi dari magnitudo seismik-nya, dikarenakan beberapa faktor yang mengamplifikasi besarnya tsunami. Jadi berbeda dengan gempa yang terjadi 2 Maret 2016 ini.

Menurut hasil perhitungan body-wave moment tensor (Mwb) USGS, gempa ini berkekuatan 7,76 Mw, dengan momen seismik sebesar 5,56 x 10^20 Nm. Hasil inversi moment tensor menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme sumber strike-slip dengan bidang nodal pertama strike 275°, dip 85°, rake -180°, bidang nodal kedua strike 184°, dip 90°, rake -5°.

index

Hasil inversi moment tensor gelombang body dari USGS

Mekanisme sumber dengan tipe pematahan geser menunjukkan kemungkinan kecil terjadinya tsunami. Hal ini mirip dengan kejadian gempa signifikan 11 April 2012 yang juga menimbulkan tsunami yang cukup kecil.

Gempa besar berpotensi tsunami yang terjadi pada April 2012, posisi pusat gempanya berada di lempeng oseanik Indo-Australia. Tipe patahannya yaitu strike slip fault (sesar geser) sehingga tidak menimbulkan tsunami yang besar. Mekanisme sesar geser ini sangat kecil kemungkinan menciptakan deformasi vertikal di dasar laut sehingga tidak menciptakan gangguan massa air. Dilaporkan tsunami hanya terjadi setinggi 80 cm di Meulaboh waktu itu.

Posisi pusat gempa 2012 lalu berada di sekitar punggungan gunung tengah laut yang dikenal dengan sebutan Ninety East Ridge (NER). Selama ini NER dikenal sebagai wilayah aseismik, tetapi kenyataannya terjadi gempabumi besar di sana. Punggungan gunung bawah laut ini memiliki panjang sekitar 5000 km dan lebar rata-rata sekitar 200 km. NER ini terbentuk karena pergerakan lempeng samudera Indo-Australia yang bergerak dari selatan ke utara mulai dari sekitar 71 juta tahun yang lalu. Klik di sini untuk mengunduh tulisan tentang NER yaitu “The Origin of the Ninetyeast Ridge and the Northward Motion of India on DSDP Paleolatitudes” oleh John W. Pierce.

Sementara dilihat dari posisi hiposenternya, gempa 2 Maret 2016 ini kemungkinan besar terjadi di Investigator Fracture Zone (IFZ) yaitu zona fracture yang berada di antara palung (trench) dengan Ninety East Ridge.

ner-dan-ifz

Tatanan tektonik di sebelah barat Sumatera, terlihat keberadaan zona Ninety East Ridge (NER) dan Investigator Fracture Zone (IFZ). Bintang merah yang besar menunjukkan episenter gempa 2 Maret 2016 Mw 7,8. Bintang hitam di atasnya menunjukkan episenter gempa 2012 M8,6 dan bintang merah gempa 2014 M5,3. Ukuran bintang tidak menunjukkan skala magnitudo. Sumber peta dari John W. Pierce dalam The Origin of Ninetyeast Ridge and the Northward Motion of India on DSDP Paleolatitudes.

Mirip dengan hasil USGS, GFZ Jerman (GeoForschungsZentrum atau Geo-research Centre) juga merilis hasil inversi moment tensor gempa ini. Menurut GFZ, pusat gempa berada pada koordinat 94.26° BT,  4.97° LS pada kedalaman 20 km. Gempa ini berkekuatan 7,7 Mw dengan momen seismik sebesar 3,8 x 10^20 Nm. Hasil inversi moment tensor GFZ juga menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme sumber strike-slip dengan bidang nodal pertama strike 274°, dip 88°, rake 169°, bidang nodal kedua strike 4°, dip 79°, rake 2°.

Menurut BMKG, gempa ini dapat dirasakan masyarakat di Air Bangis IV-V MMI (Modified Mercally Intensity), Padang (III-IV MMI), Padang Panjang (III-IV MMI), dan Bukit Tinggi (II-III MMI). Tidak terlalu besarnya goncangan yang dirasakan masyarakat padahal magnitudo gempa cukup besar kemungkinan disebabkan oleh faktor jarak dan mekanisme sumber gempa tersebut.

Dari kedua hasil analisis di atas yaitu perhitungan posisi pusat gempa dan mekanisme sumber dapat disimpulkan sebagai berikut.

Gempa berada di Investigator Fracture Zone (IFZ) yang berada di lempeng oseanik Indo-Australia di sebelah barat palung (trench) Sunda. Gempa ini merupakan gempa intraplate (gempa yang terjadi di dalam lempeng tektonik), bukan gempa interplate (terjadi di pertemuan lempeng). Mekanisme sumber dengan tipe strike slip cocok dengan tatanan tektonik Investigator Fracture Zone. Keadaan ini membuat gempa ini tidak akan menimbulkan tsunami yang besar atau bahkan tidak menimbulkan tsunami.

Advertisements

2 responses

  1. Ijin share kak..

    Like

    1. Dengan senang hati sesar… Keep sharing…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: