Category Archives: Uncategorized

Sinyal Seismik Ujicoba Nuklir Korea Utara 9 September 2016

Pada tanggal 9 September 2016, stasiun-stasiun seismik di hampir seluruh dunia kembali kedatangan sinyal seismik yang tidak biasanya. Sinyal dari aktivitas seismik tidak biasa ini (unusual seismic event) ini ternyata bersumber dari wilayah Korea Utara. Berdasarkan kemiripan dengan sinyal-sinyal serupa yang telah terjadi beberapa kali sebelumnya, disimpulkan bahwa kejadian ini merupakan ujicoba nuklir bawah tanah Korea Utara yang ke-5 (atau ke-6). Continue reading →

Advertisements

Analisis Gempa Sumatera 2 Maret 2016 Mw 7,8

Telah terjadi gempa signifikan dengan pusat gempa yang berada di 662 km sebelah barat daya Muara Siberut, Kepulauan Mentawai, Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami kurang dari lima menit sejak terjadinya gempa. Dalam pemutakhiran peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG, disebutkan pusat gempa berada pada koordinat 4,92° LS, 94,39° BT pada kedalaman 10 km. Gempa terjadi pada pukul 19:49 WIB tanggal 2 Maret 2016 ini.

GSI.active

Rekaman seismik gempa 2 Maret 2016 Mw 7,8 di stasiun GSI (Gunungsitoli, Nias)

Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi pada pukul 12:49 UTC, dengan pusat gempa pada koordinat 4.908° LS, 94.275° BT pada kedalaman 24.0 km (14.9 mi). Episenter gempa ini berada di 659 km (409 mi) sebelah barat daya Muara Siberut, Kepulauan Mentawai. Posisi pusat gempa ini memiliki ketidakpastian ± 8.0 km untuk episenter dan ± 1.8 km untuk kedalaman. Perhitungan hiposenter gempa ini menggunakan sebanyak 124 fase gelombang seismik dengan jarak stasiun terdekat 778.79 km. Parameter gempa USGS ini cukup baik karena dihitung dengan distribusi stasiun dengan azimuthal gap sebesar 26 derajat. Sementara residual waktu tempuh perhitungan sebesar 1,59 sekon.

Posisi pusat gempa menunjukkan bahwa gempa ini kemungkinan besar tidak disebabkan oleh mekanisme subduksi lempeng. Posisi pusat gempa jauh di sebelah barat palung Sunda tempat zona subduksi berada. Berbeda dengan gempa Mentawai yang terjadi 25 Oktober 2010 yang menimbulkan tsunami. Gempa Mentawai 2010 memiliki sistem yang berbeda dengan gempa 2 Maret 2016 ini, karena gempa 2010 merupakan gempa yang terjadi pada sistem subduksi interplate. Gempa 2010 dikategorikan gempa tsunami earthquake yaitu gempa yang menimbulkan tsunami dengan magnitudo tsunami yang lebih besar dari yang diestimasi dari magnitudo seismik-nya, dikarenakan beberapa faktor yang mengamplifikasi besarnya tsunami. Jadi berbeda dengan gempa yang terjadi 2 Maret 2016 ini. Continue reading →

Gempa Tidak Biasa 6 Januari 2016 di Korea Utara

Pendahuluan

Pada tanggal 6 Januari 2016, terjadi sebuah gempa di kawasan Korea Utara, kawasan yang selama ini menjadi perhatian para ahli seismologi forensik (forensic seismology). Menarik perhatian karena di kawasan sekitar Pegunungan Sungjibaegam, tepatnya lokasi yang sangat dekat dengan fasilitas uji coba nuklir Punggye-ri Korea Utara, menjadi sumber dari rekaman seismik tidak biasa (unusual event) pada 2006, 2009, 2010 dan tahun 2013.

Yang menarik adalah kawasan tersebut bukanlah kawasan yang aktif secara seismik. Bila kita buka katalog gempa dari ISC, USGS, GFZ, rekaman gempa yang terjadi di pegunungan tersebut hanyalah rekaman gempa di sekitar fasilitas uji coba nuklir Punggye-ri pada 2006, 2009 dan 2013 tersebut.

Picture4

Seismisitas di sekitaran semenanjung Korea tahun 2006-2014 (Sianipar et al, 2015b). Gambar ini menunjukkan wilayah darat Korea Utara bukan sebuah wilayah seismik aktif, tidak ada rekaman gempa tektonik dangkal. Bintang merah merupakan episenter gempa Korea Utara 2013.

Uji Coba Nuklir Korea Utara

CTBTO, Badan PBB untuk pemantauan dan verifikasi pelarangan uji coba nuklir, telah mengumumkan secara resmi bahwa Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir pada 2006, 2009 dan 2013 (sebanyak tiga kali).

Sementara event yang terjadi pada tahun 2010, masih menjadi perdebatan. Zhang dan Wen (2015) yang juga menganalisis event 2006, 2009 dan 2013, dalam penelitian mereka menyimpulkan bahwa event 2010 merupakan sebuah uji coba nuklir berdaya rendah (a low yield nuclear test) dengan kekuatan 1.44 +- 0.13.

Kesimpulan ini bersumber dari bukti-bukti seismologi yaitu dengan menerapkan metode waveform cross-correlation Match & Locate (M&L) yang mampu mendeteksi gempa-gempa mikro dengan menggunakan sinyal event  sebagai template-nya. Continue reading →